Paling tidak ada 3 (tiga) tahapan yang harus dilalui jika seseorang ingin berhasil dalam karier atau profesinya, yaitu:
1. Semua orang yg berhasil Selalu Mencari Jalan Keluar sampai mencapai apa yg diinginkan. Ketika menemui jalan buntu, dia tidak berhenti hanya menyesali keadaan buntu tsb. Dia terus balik badan dan mencoba mencari jalan lain yg bisa dilalui.
Pernah lihat semut berjalan beriringan? Coba anda halangi jalan semut beriringan tsb ketika mereka menuju sumber makanan (roti manis misalnya). Apa yg mereka lakukan ketika anda memblokir jalan mereka? apa mereka berhenti? tidak. Mereka berusaha belok arah mencari jalan yg kosong. Mereka fokus ke arah roti manis yg sudah menjadi incarannya dari tadi. Itulah insting struggle hewan yg layak anda tiru jika ingin berhasil.
Sementara orang yg merasa g a gal a dalah mereka yg berhenti di satu titik ketika menemui kesulitan. Bukannya dia tidak bisa berhasil, hanya saja dia berhenti, banyak mengeluh, dan selalu menghakimi diri sendiri bakal tidak bisa. Akibatnya ya benar jadi tidak bisa...!
Orang yg merasa gagal adalah orang yg tidak mau belajar dari kehidupan. Bahkan dari segi naluri perjuangan, dia kalah oleh hewan semut sekalipun.
2. Semua orang Berhasil Mau Mengasah Mentalnya . Orang berhasil bukan berarti orang tidak pernah mengalami 'kegagalan ', bahkan kebanyakan orang berhasil adalah orang-orang yang pernah terperosok mentalnya karena berbagai kesulitan. Namun keadaan terperosok mental tidak membuat dia lemah. Dia terus mengasah mental seraya menguatkan dirinya ; "Ini adalah jalan yg harus saya lalui jika ingin berhasil".
Sebagaimana pisau, maka mental yg terus diasah dg berbagai tingkat kesulitan akan tajam dengan sendirinya. Kalau sudah tajam (kuat) mentalnya, maka kesulitan apapun rela dia hadapi demi mencapai suatu tujuan mulia, yaitu keberhasilan.
Sementara orang yg merasa gagal adalah orang yg enggan mengasah mentalnya. Ketika menemui suatu kendala dalam bisnis misalnya, dia cepat putus asa. Mentalnya cepat merasa down ketika menghadapi suatu 'ketidakbisaan'. Padahal jika kendala itu rela dia hadapi dengan berbagai upaya, maka mentalnya akan semakin kuat.
Kuatnya mental akan menimbulkan energi baru untuk mencari jalan keluar dari berbagai kesulitan. Bukankah mental kita diuji ketika kita mau Lulus Sekolah dengan berbagai macam ujian harian atau ujian semester? Kita berusaha menguat-nguatkan mental ini agar bisa lulus ujian. Ada yg sudah mempersiapkan mentalnya jauh-jauh hari dan ada yang sistem kebut semalam (sks).
Namun apapun caranya, asal halal, semua ujian perlu kita hadapi dengan persiapan mental yg terus diasah....!
3. Semua Orang berhasil Mau Melewati Proses . Tidak satupun keberhasilan yang dicapai secara tiba-tiba atau instant.
Namun yg terjadi adalah sebaliknya. Keberhasilan itu ternyata tidak instan. Berulangkali saya terperosok dalam kubangan hutang, bisnis saya selalu gagal, mental saya benar-benar terperosok. Untunglah saya coba bertahan dan mau menginstropeksi kekurangnan diri. Setelah belajar dari berbagai keadaan dan mendalami kejiwaan orang-orang yg berhasil, ternyata ada satu hal yg saya lupakan. yaitu Proses .
Ternyata untuk mencapai keberhasilan kita harus mau melewati proses terlebih dahulu. Proses itu bisa dimulai dari mencari ide bisnis, persiapan kelengkapan bisnis, lalu menjalankan bisnis yg tidak selamanya mulus, konsultasi kepada orang2 berhasil, menjalin silaturrahim dengan klien atau partner bisnis, belajar memanajemen keuangan, mengatur waktu kerja yg efektif, dan masih banyak lagi.
Setelah sekian tahun saya menjalani bisnis, ternyata saya baru sadar bahwa menjalani proses tsb ibarat kita sedang Membangun Pondasi Bisnis yg Kokoh . Setelah pondasi bisnis kita kokoh, barulah yg namanya hasil akan mengiringinya.
Kebalikan dari orang berhasil, Orang yg merasa gagal adalah orang yg mengharapkan hasil yg cepat dan instant. Ketika hasil instan yg diharapkan tidak kunjung datang, maka mereka kecewa dan stress, cenderung menyalahkan orang lain atau lingkungan bisnisnya.
Orang gagal tidak pernah mau belajar dari proses yg dilalui. Baginya setiap ada kejadian tidak menyenangkan dalam bisnisnya (misal kerugian, sulit berkembang, dll) dianggap sebagai aib yg menakutkan...
Padahal kejadian tdk menyenangkan adalah bagian dari proses yg akan membuat kita semakin berilmu. Kita jadi tahu apa yg mesti dilakukan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama , dan kita jadi tahu apa yg mesti dilakukan agar bisnis kita cepat berkembang .
"Ya Allah, Terima Kasih atas Berbagai Kesulitan yg Engkau berikan pada diri ini...! Kesulitan itu telah menyadari Hamba-Mu atas kesalahan diri yg perlu diperbaiki. Hamba semakin yakin bahwa di setiap kesulitan selalu memberikan kemudahan untuk menambah kekuatan diri, dan Tidak ada yg tidak mungkin bagi Hamba jika Engkau Sudah berkehendak...!"
Semoga kita bisa menemukan jati diri setelah membaca 3 tahapan yang dilalui oleh orang-orang sukses.
Pada akhirnya kita sendirilah yg harus bertanggung jawab akan keberhasilan atau kegagalan yang bakal kita hadapi..... !
Bisnis Internet (online) pada dasarnya mengadopsi cara Orang Berbisnis seperti di dunia nyata (offline). Hanya satu perbedaannya, yaitu kita menggunakan teknologi internet untuk berbisnis. Karena menggunakan internet, dan kebetulan masih banyak orang Indonesia yg belum tahu caranya, maka perlu proses belajar dan praktek agar terbiasa menggunakan teknologi ini. Salah satu cara yg bisa dilakukan dg teknologi internet adalah RISET PASAR. Internet merekam begitu banyak data orang yang butuh akan sesuatu. Dan Anda sebagai (calon) Pebisnis, bisa memanfaatkan peluang 'kebutuhan' orang tsb dengan cara yg praktis agar bisa memenuhinya. Maka WEBSITE adalah media yang penting, ibarat toko yang akan memajang produk anda yang dibutuhkan oleh orang-orang tsb. So, setelah Anda tahu kebutuhan orang banyak, Anda akan lebih yakin menjalankan suatu bisnis yg menguntungkan.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar